Dialekta AI dan Perkara Hasil Tangan Manusia

Semaraknya perkembangan AI memang tak tertahankan. Kini, murid murid saya mulai dari usia SD Kelas 3 hingga SMA akrab dengan program komputer super cerdas itu. Meta AI, itu lah nama AI yang paling mereka kenal. Karena, mungkin AI tersebut yang tersemat di aplikasi Whatsapp mereka. Saya menanyakan, "kalian pakai MetaAI untuk apa?", "ya untuk jawab soal soal sekolah Mr". 

Lalu, di tempat lain, sebuah "video ngobrol" (hostnya tidak mau jika video tersebut dianggap sebagai podcast) antara VNGNC dan Kevin Anggara beranggapan bahwa, sejauh yang bisa saya tangkap karena videonya lebih dari dua jam, menggunakan AI atau berkarya secara keseluruh itu tergantun "intend" atau niat

Misal, ketika saya membuat puisi, yang terpenting bukanlah apakah lebih bagus mana isi puisi tersebut jika dibuat oleh AI atau manusia. Tapi, lebih kepada apa pesan/intensi pengarang puisi tersebut. Memang, puisi tersebut bisa direplikasi sebanyak banyaknya sehingga, mungkin, kata katanya akan dipajang di buku dan dijual. Namun, apakah itu benar benar yang diinginkan sang pengarang atau sang penikmat karya?. Pengarang adalah penentu dari karya tersebut hidup atau engga. 

Saya bisa menjelaskan fenomena AI ini ditulisan lain, misal bahwa mass production dari AI sebenarnya hanya membuka ceruk pasar baru dalam semua jenis supply produk. Yang mana orang yang suka AI maka dengan sendirinya ia akan membeli AI, sedangkan pasar yang menyukai seni manusia, maka ia akan tetap setia dengan hasil tangan karya manusia

Anggap bahwa realita dan pemandangan ini adalah sebuah tesis atau status quo. Bahwasanya, kita menggunakan AI adalah sebuah tesis, sedangkan penggunaan karya manusia adalah sesuatu yang menegasikannya, sebuah antitesis. Suatu saat saya yakin bahwa kedua tesis dan antitesis ini akan menyatu dan melahirkan sintesis. Apa itu? saya bisa memperkirakaan bahwa kehidupan AI dan pemikiran manusia yang berdampingan. Dimana artis sesekali menggunakan AI untuk hal hal yang monoton. 

Orang orang selalu melihat bahwa AI akan menggantikan semua yang manusia kerjakan. Seperti menggambar, melukis, menulis. Bisa jadi suatu saat karya karya manusia akan menjadi mahal kembali. Orang orang merindukan sesuatu yang apa adanya. Orang orang tak lagi mencari hasil tapi cerita atau pesan. Mungkin kira kira seperti itulah dunia dimana AI dan manusia berdampingan

 

Comments

Popular Posts