Resident Evil Eksekusinya Keren tapi Keputusan Karakternya Tolol
Jujur gua sangat antusias pas tahu Zach Cregger, sutradara yang sukses dengan film horor Weapons, kali ini didapuk sebagai sutradara dari franchise legendaris video game berjudul Resident Evil. Beda dengan fans fans die-hardnya yang sudah komplain setelah trailernya rilis karena ga setia dengan material source-nya, gua malah semakin penasaran dan excited. Karena film ini berasa pengen bercerita apa yang tengah terjadi di dunia Resident Evil sebagai NPC, alih alih main character yang semua orang familiar seperti Chris Redfield, Leon Kennedy atau Jill Valentine
Zach Cregger dan Resident Evil itu adalah kombo yang pas banget. Kayak gua ga bisa mikirin nama lain yang cocok untuk menangangi franchise film ini. Apalagi setelah tau bahwa kebanyakan film adaptasi game selalu berakhir flop, coba lihat Borderlands.
RE karya Zach ini punya pembukaan yang klise sebenernya seperti film horor pada umumnya, sesuatu yang bikin gua merinding dan merasa unsettling adalah latar salju di tengah hutan yang gelap. Apalagi pas mobil bergerak menjauh meninggalkan penonton dalam kegelapan, suasana semakin tambah merinding karena waktu itu gua nonton cuman bertiga dalam satu studio.
Dar eksekusi horror, Zach gausah diragukan lagi. Mulai dari serangan anjing, dan rumah kosong, gua berasa lagi main game dan mencoba untuk mencari teka teki dan pertolongan gimana caranya gua bisa tetap hidup.
Cuman scene awal pas karakter utama kita ketemu perempuan zombie itu agak aneh aja. Karena bayangin, karakter utama ini kan nabrak zombie di tengah jalan, alih alih dia kabur, dia justru mendekat. Setelah dia tahu kondisi zombie cewe ini ga beres, alih alih dia langsung lari, ia malah bawa tu zombi masuk ke dalem mobil. Gua ga habis pikir sih. Kayak Kenapaaaa?
Terus dia ketemu seorang polisi, gua kira polisi itu akan sedikit waras dengan menembak tu zombie cewe karena emang dari penampilan cewe ini sudah pasti ga terselamatkan. Eh, sama pak polisi malah dibawa ke mobilnya, dan terjadilah kecelakaan. Zombie itu baru menyerang si pak polisi, gua ga ngerti ya apa yang terjadi di mobil itu. Tapi gua tetap penasaran apa yang membuat zombi itu bisa menyerang hanya ketika ada di mobil polisi itu, karena pas di mobilnya Bryan (karakter utama), zombie ini anteng anteng aja. Ga ngerti, apakah si zombie cewe ini sexually assaulted terus dia marah, atau si polisi punya sedikit necrophilia. Ga tau deh. Gua ngerasa ini bisa jadi diskusi fan-theory yang menarik
Gua kira, alasan kenapa zombie cewe itu diselamatkan karena barang kali wabah zombie sudah lumrah, jadi setiap orang di masyarakat itu sudah biasa aja sama virus ini. Kayak semacem mereka udah tahu harus ngapain. Karena Bryan dan polisi ini, mereka bertindak normal normal aja. Mereka ga takut setengah mati.
Gua ngerti ini adalah film horor, dan biasanya orang orang di film horor tu selalu melakukan hal hal bodoh demi membangun ketakutan. Tapi di sini, rasanya sudah berlebihan banget. Zach bak dikasih kartu hijau untuk melakukan tindakan karakter sebodoh bodohnya, dengan dalih ini kan film horor. Yah gapapa sih, tapi lumayan menganggu aja
Scene paling seru tentu pas Bryan pengen masuk ke dalam sebuah terowongan gelap. Disitu Bryan kebingungan banget. Mau balik lagi ga bisa karena udah kejauhan, mau lanjut masuk tapi ketakutan. Disitu lumayan komedik dan lucu, dan akhirnya di dalam terowongan itu dia menyadari bahwa dunia sudah porak poranda oleh wabah virus misterius
Akhirnya ia diselamatkan oleh seorang pria dan perempuan yang keliatan seperti polisi, tapi naasnya nanti ketika mereka sudah sampai di Racoon City, keduanya meninggal diserang zombi
Petualangan semakin gila di Racoon City. Bryan harus berlari menghindar dari zombi las plagas yang menyatukan diri dengan jenazah jenazah, belum lagi zombi yang berjatuhan dari atas gedung yang membuat suasana semakin mencekam. Teror tidak hanya ada di atas tanah, di bawah tanah ia harus bertemu zombi misterius yang mengeluarkan tikus tikus menjijikan dari dalam perutnya. Malam itu begitu panjang hingga akhirnya ia berhasil masuk ke dalam rumah sakit untuk memberikan paket berisi penetralisir virus yang sedang dicari cari para ilmuwan disana
RE berhasil memberikan spektakel teror yang mencekam. Tidak hanya mengandalkan jumpscare tapi Zach juga berhasil membagikan sense of survical Bryan dengan rapih dan matang. Keputusan menggunakan karakter yang tidak familiar juga tepat, karena hal ini memberikan ruang bagi karakter untuk melakukan hal hal bodoh, layaknya pemain RE yang kadang suka kewalahan menghadapi tantangan dalam gamenya. RE wajib di tonton sesegera mungkin



Comments
Post a Comment