Mencari Spark of Learning
Zaman serba AI menjadikan hal semacam spark of learning semakin menyusut. Rasanya orang orang mulai mengerdilkan kesenenangan belajar hal baru. Rindu sekali era era sebelum AI, dimana memahami sesuatu merupakan sebuah tantangan. Kini, saat kita bisa menggunakan AI dalam genggaman kita, kita tinggal menanyakan apa saja pertanyaan yang kita mau. Lalu AI akan menjawabnya dengan jelas, bahkan terlalu detail hingga kita harus mengingatkan AI bahwa hal semacam itu tidak perlu
Saya pun mencoba untuk meretropeksi diri, setidaknya memilah apa ya ilmu ilmu yang seharusnya saya pelajari, syukur syukur bisa berbuah manis menjadi sebuah keahlian yang dicari cari banyak orang
- `Vibe Coding
Saya pun bingung harus mulai dari mana. Sejak lahirnya ChatGPT ditambah dengan Github Copilot dimana AI bisa meneruskan codingan kita, keinginan saya mempelajari programming pupus sudah. Rasanya sia sia, dan tidak apa apa juga. Mungkin, ini adalah tahapan selanjutnya dari programmer dimana penulisan kode akan didelegasikan kepada manusia, dan tetap, kode tersebut akan sebagus intruksi programmer pada AI-nya
- Defi
Mau tak mau jika membicarakan keuangan sepertinya hal hal berkaitan kripto tidak boleh ketinggalan. Meskipun tidak berinvestasi di teknologi ini, defi mungkin akan menjadi alternatif sebuah sistem pembayaran di masa depan
- Filsafat
Mempelajari filsafat memiliki kesenangannya sendiri. Karena kita menjadi lebih luas dalam memandang dunia. Mempertanyakan apa yang orang orang anggap sudah pasti.
Itu aja sih ketiga ilmu yang ingin saya pelajari belakangan ini. Kalau kalian apa?



Comments
Post a Comment