In Realm of Senses. Film Artsy Erotis Tapi Cerita B-Movie

 Film di buka dengan seorang perempuan yang bertemu dengan seorang gelandangan, ia mengaku bahwa dulu dirinya pernah berhubungan seksual dengan si perempuan karena si perempuan pernah bekerja sebagai pekerja seks, dan ia meminta bisa melakukan itu sekali lagi. Tak pernah diketahui pasti apakah gembel itu mengatakan hal yang benar, namanya gembel, tentu apapun yang keluar dari mulutnya sulit untuk dipercaya. Akhirnya perempuan itu membawa gembel itu ke sudut ruangan, mengintrogasinya lalu ia melihat dengan seksama kemaluan gelandangan itu. Dan masih belum jelas apakah perkataan gelandangan itu benar atau tidak

In Realm of Senses, karya Nagisha Oshima mempunyai cerita dengan progresi stagnan. Kita sebagai penonton hanya dipaksa untuk mengikuti birahi bapak bapak pemilik rumah dengan pembantunya yang berputar putar. Untungnya keunggulan film ini dibandingkan film erotis biasa adalah ia mempunyai teknis film yang lebih niat. Banyak sekali pengambilan kamera yag stand-still, dan gerakan close up yang entah ke wajah maupun kemaluan yang mempertegas cerita dan gejolak emosi tokoh tokohnya. Gaya editingnya juga menarik dan rapih, seolah olah penggubah film ini tidak terditraksi dengan tubuh aktris yang kerap kali bugil. 

In Realm of Senses, memang bukan tipe film yang saya sukai. Ceritanya tidak menarik, akting aktornya ya so-so lah, tidak begitu emosional saat adegannya seharusnya emosional. Contohnya saat si perempuan memotong buah zakar laki laki karena ia melanggar janjinya untuk tidak mensetubuhi istrinya lagi. Belum lagi, dari segi desain produksi film ini memang tidak main main. Sangat niat dan memang ditujukan untuk film film festival berkelas. Namun sayang, ceritanya bak cerita film film B movie. 

Oh ya, dan jangan lupakan scene 'telur'. Dimana laki laki memasukkan telur ke dalam vagina perempuan lalu perempuan itu berusaha untuk mengeluarkan layaknya ayam betina yang sedang bertelur. Lucu, jijik, dan aneh 

Comments

Popular Posts