Tertolak Sebagai Manusia: Catatan Harian Yang Isinya Ratapan Demi Ratapan
Awalnya saya mengira buku ini semacam otobiografi Osamu Dazai, mungkin berisikan pengalaman pengalaman pahitnya selama menjalani hidup hingga akhirnya ia meninggal secara mengenaskan. Namun, ketika kita membaca, buku ini memperkenalkan seorang tokoh bernama Yozu. Ia hidup di keluarga kaya. Ia sering disalah pahami, terutama oleh ayahnya sendiri
Yozu mempunyai minta sebagai seorang seniman, layaknya masyarakat asia pada umumnya, ia dipaksa oleh ayahnya untuk menjadi seorang pegawai negeri. Karena ayahnya menganggap ia hidup sebagai seniman jauh lebih menjanjikan
Buku ini memang tidak menceritakan segalanya secara linear, alih alih kita akan dibawa lompat ke berbagai momen dan dituntut untuk merangkai kronologinya. Osamu ingin kita fokus dengan apa yang Yozu rasakan dibandingkan dengan bagaimana alurnya terjadi
Itu lah mengapa ketika membaca ini, kadang fokus kita akan tercerai berai. Kita akan lupa bagaimana runutan kisahnya. Namun tenang saja, sepertinya memang bukan itu hal yang harus kita cari seutuhnya. Kita hanya perlu memahami apa yang Yozu rasakan
Perasaan Yozu sebenarnya bisa kita garis bawahi sebagai sifat seorang manusia yang terkejut dengan kehidupan masyarakat dewasa. Bayangkan seorang anak, dengan segala cita citanya dan kenaifannya memandang dunia, lalu ia terjerumus terhadap dunia dewasa yang sarat akan kepentingan. Kepentingan atas pekerjaan, diterima secara sosial, diterima warga yang beradab, atau bahkan diterima sebagai anggota keluarga yang berhasil menjalankan fungsi sosialnya. Tentu, ada hal yang harus dilakukan dan salah satunya adalah menjaga perasaan
Bagi Yozu, menjaga perasaan orang lain adalah hal yang membunuh dirinya. Karena ia tak bisa menjadi dirinya sendiri. Contohnya adalah ketika ia menjadi seorang simpanan dari seorang perempuan bersuami (entah saya lupa bagaimana cerita awalnya haha), ia terpaksa harus menjaga perasaan pacarnya itu termasuk anaknya yang menganggap bahwa ia adalah 'paman'-nya
Yozu juga mempunyai seorang teman akrab, Horiki yang karenanya ia bisa bebas mengatakan apapun bahkan hinaan. Di situ lah barang kali kita tahu bahwa Yozu bisa baru menjadi dirinya sendiri. Ia tentu ada semacam sideplot bahwa Yozu jatuh cinta dengan pacar temannya
Tertolak sebagai manusia adalah kompilasi ratapan dari sebuah perasaan yang terasingkan yang tertatih tatih untuk fit-in dengan dunia. Sang tokoh utama tak mengutarakan apapun kecuali mengiyakan. Ini bukan novel yang mencoba menjelaskan kisah tokoh utama dengan linear, ia mencoba untuk menumpahkan isi dunia, atau mungkin pikirannya, ke atas kertas dan berharap suatu saat manusia lain akan memahaminya dengan utuh.



Comments
Post a Comment