Rick And Morty: Krisis Eksistensi Karena Kebencian

 Musim kesembilan dari serial paling intelek, Rick & Morty akhirnya rilis. Episode perdananya mempunyai rating tertinggi dan memang secara artistik episode terbarunya ini mempunyai adegan aksi yang memukau. Rasanya Dan Harmon atau tim kreatif mengambil banyak referensi dari anime seperti One Piece sebagai gaya bertarungnya

Sama seperti episode Rick and Morty sebelumnya yang tidak mempunyai kontinuitas. Di sini kita mempunyai karakter baru bernama Evil Morty. Morty dari dimensi lain yang mempunyai kejeniusan yang jauh lebih tinggi, disitu ia menggunakan kejeniusannya untuk kejahatan. Rick di sisi lain mempunyai ketertarikan terhadap si Morty jahat ini. Ia lebih suka melakukan perjalanan luar angkasa dengan Morty jahat dibanding Morty versi original. Ini lah yang membuat Morty versi original cemburu. Hingga suatu saat, Rick tidak mau tau Morty tau dengan hal itu dengan cara menolak ajakan Morty jahat untuk melakukan misi luar angkasa bersama sama lagi

Premis yang mirip dengan salah satu film berjudul There's Something About Mary dimana di film itu bercerita tentang seorang laki laki yang harus berjuang membuat seorang wanita lebih tertarik dengan dirinya 

Seperti yang sudah saya bilang, episode kali ini merupakan episode Rick and Morty dengan action-pack paling mengesankan. Kreografi dan gaya fightingnya mendobrak medium animasi Rick and Morty yang selama ini didominasi oleh kartun dua dimensi saja. Meski diisi dengan fighting yang bombastis, namun sang sutradara bisa membawanya kedalam tempo yang pas dan tidak meninggalkan substansi cerita

Di akhir episode Evil Morty akhirnya ditangkap oleh satuan polisi antariksa dengan yang berpenampilan seperti alien. Pertarungan antara Rick yang susah sekali mati dengan Evil Morty yang sangat cerdas ternyata sama sekali tak berujung. Keduanya sama sama kuat

Pertarungan luar biasa tersebut diimbangi pula dengan premis yang sederhana namun tetap mengena. Yaitu tentang siapa yang lebih dicintai. 

Pengenalan karakter dualisme memang dalam semesta Rick and Morty bukanlah hal yang baru. Hampir semua anggota keluarga mulai dari Morty, Rick, Jerry, Beth, Summer semuanya mempunyai kembaran dan selalu digunakan untuk mengisi ruang cerita yang mentok

Bedanya, karakter Evil Morty digunakan sebagai antitesa atas Morty yang dianggap terlalu baik dan polos. Memang kalau dipandang secara Hegelian, antitesa ini takkan mengalahkan Morty secara keseluruhan, namun akan ada sintesa baru yang akan mendamaikan keduanya. Yaitu, sebuah penanganan hukum. Bahwa salah satu antara kejahatan dan kebaikan takkan ada yang bisa mememenangkan. Akan ada (dan harus) sesuatu yang menjadi penengah, yaitu berupa hukum atau moralitas

Penanganan hukum tersebut di episode ini direpresentasikan dengan polisi alien tadi. Dimana ia datang dan langsung menangkap Evil Morty yang tak berkutik dan pertarungan pun selesai 


Evil Morty disini mengguncang eksistensi Morty sebagai cucu Rick yang paling disayang. Morty kuatir jika Rick lebih suka versinya yang jahat karena lebih cerdas dan kuat. Dalam pandangan Sartre, Morty kuatir apabila dirinya dianggap sebagai objek di hadapan Evil Morty. Bayangkan suatu saat epiosde Rick and Morty kedepannya akan diisi dengan petualangan Rick dan Morty versi jahat. Apakah episode tersebut akan menjadi lebih menarik? Sebagai fans mungkin akan mengeluhkan hal tersebut, karena Morty yang seharusnya dan berperan sebagai subjek dari serial ini tentu versi Morty yang baik

Tentu, Morty tidak menganggap dirinya lebih menarik. Ia cuma takut apakah si kakek lebih suka bermain dengan versi cucunya yang jahat. Di sini lah kita bisa melihat bahwa eksistensi Morty terancam

Overall, musim kesembilan Rick and Morty ini dibuka dengan sangat epik. Cerita yang filosofis tapi masih tetap sederhana. Meski dengan template dualisme karakter yang tak lagi baru. Namun, dengan segala dobrakan animasi baru dalam semesta Rick and Morty, sulit mengatakan bahwa episode ini bukan yang terbaik.  

Comments

Popular Posts