My Father's Shadow: Realita Paling Detail Negara Tertinggal Lewat Hubungan Ayah dan Anak

 

My Father's Shadow tidak hanya membahas hubungan antara anak dan ayah, lebih jauh dari itu, ia menggunakan iklim politik di negara tersebut sebagai bahan bakar untuk memperkuat cerita

Di awal film berfokus pada hubungan dua saudara, Akin dan Remi. Keduanya sering kali ditinggal orang tuanya bekerja, hingga mereka bosan dan lebih banyak menghabiskan waktu bermain main dengan gambar lalu memotongnya menjadi mainan. Lalu sang ayah pun pulang dan bersiap siap untuk pergi ke Lagos, ibukota negara Nigeria untuk mengambil gajinya. Sang anak yang tidak mau mati oleh rasa bosan, memaksa sang ayah untuk mengajak mereka. Dari situlah perjalanan dimulai. Bagaimana nantinya kita akan bisa melihat realitas sosial sesungguhnya mulai dari segala ketimpangan, agama, iklim politik yang kebetulan sedang dalam pemilihan umum, termasuk hubungan privat sang ayah

Perjalanan Foralin, sang ayah dengan anak anaknya diceritakan sangat mendetail. Mulai dari bagaimana mereka menggunakan transportasi umum. Kita bisa membayangkan perjuangan setengah mati yang harus dihadapi. Kendaraan yang tak memadai ditambah dengan kondisi jalan yang berantakan. Tapi di celah celah kehidupan yang serba kekurangan itulah, kita bisa mendengar ocehan warga terhadap kondisi politik yang mereka alami. Sama halnya dengan negara dunia ketiga lainnya, mereka juga terpolarisasi. 

Segala elemen politis mengisi segala konflik dan pertentangan dalam perjalanan mereka. Apalagi saat Foralin menagih gajinya terhadap sesama karyawannya. Yang mana ia akan mendapatkan gaji saat pemilihan presiden selesai. 

Tak berhenti dari situ, sang sutradara Akinola Davies Jr., juga mengisi kedalaman terhadap ayah dengan anak. Dimana sang ayah mencoba untuk bisa lebih dekat dan memberikan penjelasan mengapa selama ini ia selalu pergi meninggalkan mereka. Lagi lagi, hal yang masih berisisan dengan keputusan politis di negeri mereka

Hingga nanti di akhir film, segala kekisruhan politik akan terjelaskan. Bahwasannya terdapat rezim militer yang sengaja menganulir hasil pemilihan umum, dan bisa disimpulkan itulah juga alasan mengapa gaji Foralin tak kunjung turun

Cerita semakin rumit ketika sang ayah juga mempunyai trauma saat ia terlibat dengan tragedi pembantaian oleh rezim militer setempat. Trauma itu kambuh setiap kali darah keluar dari hidungnya. Perjuangan hidup atau mati, ayah dan anak tak henti hentinya tergerus oleh kebijakan politik dan rezim yang terus mengintai

Banyak kemiripan film ini dengan film Aftersun, dimana hubungan anak yang mencoba memahami dunia sang ayah yang sepertinya terlalu besa untuk dipikul. Sang ayah tak menceritakan sepenuhnya, ia hanya menyembunyikannya dan menjanjikan bahwa semua akan indah pada waktunya atau setidaknya akan baik baik saja. Dengan cara bermain di pinggir pantai atau bermain di taman bermain yang sepi

Di bagian akhir film pun juga mempunyai kemiripan yaitu tentang nasib sang ayah yang harus meninggalkan dunia. Bedanya disini kematian itu diceritaka dengan mengharu biru, fotonya terlihat jelas namun tak dijelaskan bagaimana ia meninggal. Apakah sakit, apakah ada oknum militer yang menghabisinya. Sang sutradara sengaja meninggalkan itu sebagai tanda tanya. Yang pasti kita tahu, bahwa dari sisi terkecil hidup kita bahkan hingga kita mati, keputusan politis selalu menentukan

 

Comments

Popular Posts